bali family villa
10 Jan 2026

Taman Nasional Bali Barat: Alam Liar, Satwa Endemik, dan Daya Tariknya

Taman Nasional Bali Barat merupakan kawasan pelestarian alam yang terletak di ujung barat Pulau Bali dan menjadi benteng terakhir bagi berbagai spesies langka. Sebagai satu-satunya taman nasional di pulau ini, kawasan tersebut menawarkan pesona alam yang jauh berbeda dari keramaian pusat wisata. 

Lokasi Taman Nasional Bali Barat secara administratif terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng. Artikel ini dibuat untuk memberikan informasi jelas dan mendalam tentang taman ini sebagai salah satu tempat wisata alam di Bali yang paling autentik.

Sejarah Taman Nasional Bali Barat

Kawasan ini memiliki sejarah panjang sebagai area perlindungan satwa liar di Bali Barat. Menurut catatan sejarah dari Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, wilayah ini awalnya ditetapkan sebagai taman buru pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya bertransformasi menjadi kawasan konservasi. 

Melalui koordinasi di bawah Balai Taman Nasional Bali Barat, wilayah ini resmi menyandang status sebagai Taman Nasional pada tahun 1995. Berdasarkan informasi dari halaman Kementerian Kehutanan Direktorat Jendral KSDAE, kawasan ini memiliki luas mencapai sekitar 77.000 hektar yang mencakup area daratan dan perairan.

Sejak ditetapkan sebagai taman nasional, kawasan ini berfokus pada konservasi Jalak Bali, serta berbagai hewan dan tumbuhan lainnya, menjadikan kawasan ini kaya akan flora dan fauna tropis. 

Flora Alam Liar Taman Nasional Bali Barat

Keanekaragaman hayati di tempat ini sangat luar biasa, mencakup berbagai jenis ekosistem mulai dari hutan hujan hingga sabana. Merujuk pada data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE), Flora dan fauna di area taman nasional ini telah hidup dalam satu kesatuan ekosistem yang dilindungi secara ketat. 

Hal ini menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat teraman di Bali untuk keluarga yang ingin berwisata edukasi. Beberapa jenis flora yang ada di wilayah taman nasional ini antara lain adalah Sawo Kecik, Cendana, dan berbagai jenis hutan bakau.

Keberadaan hutan mangrove di pesisir utara juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang menyukai liburan pantai bersama anak-anak di Bali karena arusnya yang relatif tenang dan edukatif. 

Keindahan alam bawah airnya juga tidak kalah cantik, dengan air kebiruan yang jernih, pasir putih, dan terumbu karang yang jadi rumah bagi ratusan biota laut. Area perairannya pun sering disebut sebagai “Maldives in Bali” sehingga banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi area ini, terbanyak dari Australia dan Jepang. 

Satwa Endemik di Taman Nasional Bali Barat

Fokus utama dari perlindungan di Taman Nasional Bali Barat adalah Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung cantik berbulu putih yang menjadi ikon Kabupaten Jembarana. Selain itu, satwa lainnya meliputi Menjangan, Kancil, hingga Kucing Hutan yang hidup bebas di habitat aslinya.

Pengunjung juga sering menemukan kawanan Menjangan yang sering terlihat di bibir pantai Pulau Menjangan. Perairan di sini juga jadi rumah bagi beberapa biota laut seperti pari manta oseanik, penyu sisik, penyu hijau, kuda laut kerdil, dan hiu paus juga sesekali muncul di sini. 

Keunikan ini membuat wilayahnya sering dipilih oleh para pengembara yang ingin tinggal di Bali dalam jangka panjang demi mencari ketenangan dan kedekatan dengan alam liar.

Daya Tarik Eksotis Taman Nasional Bali Barat yang Tidak Banyak Diketahui

Mengutip sumber dari Love Bali dan Niagatour, daya tarik utama kawasan ini bukan hanya daratannya, melainkan juga keindahan bawah lautnya. Untuk menikmati fasilitas ini, pengunjung perlu menyiapkan dana untuk tiket masuk taman nasional ini. 

Harga tiket masuk Taman Nasional Bali Barat adalah Rp20.000 untuk hari kerja dan Rp30.000 untuk akhir pekan. Harga tiket ini merupakan kontribusi langsung wisatawan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.

Selain diving di Pulau Menjangan, wisatawan juga bisa melakukan bird watching untuk melihat langsung Flora dan fauna di area taman nasional ini. Berdasarkan ulasan dari Traveloka, akses menuju lokasinya kini semakin mudah, menjadikannya salah satu tempat terbaik untuk liburan keluarga di Asia bagi pecinta wisata minat khusus.

Bagi kamu yang sedang merencanakan perjalanan ke taman nasional ini, memahami waktu terbaik pergi ke Bali sangatlah penting agar bisa menikmati keindahan alam ini tanpa gangguan cuaca. Apalagi lokasinya yang cukup jauh yaitu sekitar 4-5 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai tergantung kondisi jalan. 

Stay at SOLO, Akomodasi Liburan Keluarga di Bali

Stay at SOLO merupakan mitra terpercaya bagi kamu yang mencari penginapan nyaman saat menjelajahi keajaiban alam di Taman Nasional Bali Barat. Kami menyediakan berbagai pilihan properti yang memastikan istirahat kamu berkualitas setelah seharian berpetualang di alam liar.

Layanan kami dirancang untuk mempermudah kamu dalam menemukan vila atau resor yang ramah keluarga di seluruh area Pulau Dewata. Stay at SOLO hadir untuk memberikan informasi terkini mengenai akomodasi keluarga dan grup terbaik di Bali demi kenyamanan perjalananmu bersama keluarga.